Story of Life

The Story of Us

0 notes

Sebuah “think” otw ke Kampus

Dari judulnya ada yang bingungkah?

Yaacchh, sebuah “think”..
Tiba-tiba ada sebuah pemikiran yang masuk ke dalam otak dan perasaanku ketika perjalanan mau ngajar di kampus.
Apakah itu??

eemmm…
Yaaakkk, aq memikirkan tentang cita-cita. Tidak bisa dipungkiri bahwa cita-cita setiap penanjakan usia bisa berubah-ubah. Contohnya ketika kita masih anak-anak (baca: balita), setiap ditanya, “apa cita-citamu nak?”
Pasti si anak akan menjawab,”aku ingin jadi dokter” “aku ingin jadi polisi” “aku ingin jadi astronot”
Kemudian sang orang tua pasti dalam hati akan bilang,”capailah cita-citamu setinggi mungkin nak”

Yaacch memang tidak ada yang salah dengan kalimat-kalimat itu. Namun setelah saya pikirkan, pemikiran anak-anak tergantung dengan bagaimana orang tua mengajarkan “berpikir positif” kepada anak-anak.

Sedikit memberikan pelajaran untuk orang tua (yang nantinya saya juga akan menjadi orang tua), berikanlah pemikiran bahwa, “kelak ketika kau sudah dewasa nak, ‘jadilah orang yang sukses yang bersahaja dan dermawan’ “ 

Yaaa, mungkin itulah pembelajaran yang tepat(menurut saya, apakah ada yang setuju?)
karena dengan pemikiran begitu, secara tidak langsung hal tersebut akan menjadi doa. ‘menjadi orang sukses yang bersahaja dan dermawan’ tidak ada yang salah dengan kalimat itu, right?

Coba Anda logika, ketika sang anak ingin menjadi seorang dokter namun tidak bersahaja dan dermawan, saya rasa sama saja. Dalam artian, tidak ‘mengayomi’ pasien maupun perawat. Menjadi seorang dokter yang tidak dermawan, saya rasa juga sama saja, karena harta yang diperoleh dari ‘praktek’ di rumah sakit maupun di rumah tidak ikut di shodaqohkan, akan menjadi tidak ‘sukses’ juga, right?

So, mari kita ubah cara pandang kita tentang membicarakan tentang cita-cita kepada anak-anak kita. 

0 notes

Back to Campus

Setelah hampir 2 bulan gak nampang di kampus, sekarang nampang lagi di kampus??

“Nampang” emang mejeng??!

yyuupp, asdoss bekerja kembali. Bersama adek2 baru lagi tentunya. Tapi hari ini lebih spesial, ada bebbe ku yang nemenin (baca: masuk kuliah), hihihi…

welcome to the my class bebbe :*

be my spirit yaaa, always..

0 notes

New Life New Plan and New Spirit

Tahun 2011 tak disangka sudah berlalu(cepet yaaaa, pikirku). Alhamdulillah beberapa target di tahun 2011 sudah tercapai, itu semua tak lepas dari campur tangan Allah SWT.,right??

Tahun 2011, alhamdulillah sudah ku selesaikan study ku kurang dari empat tahun, dan alhamdulillah aku bisa(karena dulu ku berpikir,”bisa gak ya aq seperti tetanggaku yang bernama si ‘B’ yang bisa menyelesaikan studi kurang dari 4 tahun??). Allah sangat baik padaku.

Yaaa, menurutku, itulah hal terbesa(target terbesar lebih tepatnya)berhasil ku capai. Sekali lagi ALHAMDULILLAH, karena memang itu semua merupakan campur tangan Allah SWT., sehingga sangat tidak baik bila kita tidak bersyukur. Right??

Okee, pembahasan tahun 2011 sudah selesai, karena sekarang sudah memasuki tahun yang baru. Kalau kata orang China si, tahun ini merupakan tahun naga air, yang katanya lagi tahun yang penuh keberuntungan(aahhh si koko ma cici bisa aja). Yaaa kita ‘amin’in aja yaa, semoga tahun ini kita semua menjadi orang yang beruntung.

Tetapi menurutku janganlah mau hanya menjadi orang yang beruntung. Berdoalah bahwa keberuntungan itu atas campur tangan dua pihak, yaitu kita sendiri dan tentu saja Sang Punya Hidup, yaitu Allah SWT.,right??sehingga, kita perlu mengubah cara berdoa kita, yaitu berdoalah supaya kita diberi semangat, kekuatan untuk mencapai keberuntungan itu, yang setuju angkat tangan.

Jadi, di tahun yang baru ini, kita harus menentukan target. Mau dibawa kemanakah hidup kita ini(kalau kata Armada, “Mau dibawa kemana”). Tapi ini ngomong-ngomong bener juga apa kata Armada, karena hubungan ini kalau kita lebih universalkan, aku lebih setuju dengan hubungan antara kita dengan Tuhan. Karena Dia-lah yang Sang Penentu Keputusan yang terbaik, teradil, right??

So, ayukk kita berlomba-lomba untuk menjadi orang yang beruntung(tentu saja tidak hanya sekedar beruntung). “Fastabikhul khoirot”.

Karena kita tahun ini adalah Hidup Baru, Rencana Baru, dan Semangat Baru.

288 notes

Please tell us your roles...

Taecyeon:
I am the fashion leader!
All members:
No~! (and booing)
Junsu:
Only he says that himself. Taecyeon is the members’ father. He undertakes stuff from various repairs to bug extermination.
Junho:
On days off, he’s always sleeping and not playing, just like a dad (laughs).
Taecyeon:
Nichkhun is the grandfather. He wakes up early and is very polite. He will warn us if we are too playful.
Chansung:
Wooyoung’s the mother; he nags a lot. During the time we’ve lived together, he will get angry when we don’t turn off the electricity (laughs).
Nichkhun:
With an air of mischief, Junho’s the second son who does everything well.
Junho:
(After deciding to pose proudly with the V sign) Chansung is like a pet cat because with sharp sensibility, he would tease the members occasionally.
Chansung:
I don’t do that~! Junsu is the mood-maker who is friendlier than dad and is probably like an uncle relative.
Taecyeon:
Eh, there’s no eldest son?!
Chansung:
That’s okay (laughs). We compensate each other’s flaws as everyone is not perfect, and maintain good teamwork; that’s 2PM.
Trans:
Jiyounae@tumblr